Hallo Kawan!

Jumat, 11 April 2025

Sepasang Sepatu Kusam

Pada mulanya aku meragukannya, tapi nyatanya kedua sepatu yang terpampang itu sepertinya perlu gosokan sabun cuci supaya dapat bersih kembali. Jenis sepatu trail memang sudah selayaknya kotor karena hidupnya aja di alam. 

Tetapi tak pantas juga bukan, aku membiarkan kotornya mengendap terlalu lama. Ibarat luka, jika dibiarkan begitu saja. Bukan kebaikan yang datang, tetapi kerusakan yang tentu saja dapat muncul. Konon, katanya itu tiba-tiba, padahal itu aslinya disebabkan oleh kecerobohan sang pemiliknya.

Sepatu kusam itu telah berjuang meniti naik turun puncak bukit cumbri, bukit yang dekat dengan rumah. Tak hanya sekali, dua kali, tiga kali, bahkan enam kali, dan hampir tujuh puncak didaki dengan sepasang sepatu itu. Untuk apa? validasi.

Ah, pikirku, ternyata upayaku hanya untuk dibayarkan oleh beberapa biji interaksi yang buat apa, selain menyenangkan diri sendiri. Well, tapi apakah ini tak seberguna itu, menurutku tidak. Aku tak setuju dengan itu, bagiku ini tetap bermanfaat, bahkan usaha kecil, ..., hmm ga kecil juga sih, 4 jam 15 menitan keringat bercucuran, ya kali tak ada gunanya.

Jujur aku senang bisa melaluinya. Rute lari yang begitu asyik, menukik ke atas dan menghujam ke bawah, oh andai jika ku ingat, rasanya ingin mengulang, tetapi biarlah luka dari sengatan mentari ini sembuh terlebih dahulu.

...

Lagi dan lagi...

Sepatu itu terabaikan, hanya cipratan air tadi pagi yang diusapkan dengan penuh kesadaran menjadi pembersihnya. Jelas, ketidakmerataan itu ada, pemilik terlalu lelah untuk bersih bersih tetapi juga berambisi yang banyak. Oh wahai, semoga engkau tetap kuat. Sebentar lagi akan ku bersihkan.