Aku yakin tidak ada yang bakal menemui tulisan ini, kecuali orang-orang yang benar-benar masih aktif dalam dunia per-blog-an atau stalker garis kerasku wkwk.
Tulisan ini kubuat, setelah aku membaca novel Dee Lestari berjudul Madre, bagaimana tulisan blog yang ditulis secara rajin dapat menjadi sebuah alur cerita yang menarik. Disini, sama seperti Tansen, aku pengen sekali memiliki keteguhan hati sepertinya. Bukan. Bukan sebagai artisan, aku bahkan tidak tau dunia per-roti-an sama sekali.
Hanya saja, bagaimana dia mengekpresikan kehidupannya setiap minggu pada sebuah blog, sungguh membuatku terkesima. Nah pertanyaannya, emang blogging di tahun 2025, masih jaman?
Menurutku ya dan tidak. Dulu blogging begitu terkenal, karena kita bisa dapat iklan melalui adsense, tapi sekarang. Apa mau dikata, bahkan sudah banyak platform yang lebih baik buat nulis sesuatu. Lantas, kenapa aku pengen kembali, menulis ini dan disini.
Menurutku, blogging adalah media yang aman, ya aman. Percaya atau tidak, bahkan aku tak perlu repot repot menunjukkan identitas buat nulis suatu artikel. Aku bisa bebas mengekpresikan sesuatu tanpa pikir ini dan itu. Yang kuperlukan hanyalah mesin ketik dan taraaaaa, semua dapat tertulis menjadi endapan entri di jagat internet yang tak terbatas.
Sekian.
Jakarta, 1 Februari 2025
(Terakhir, telah lama aku gunakan identitas "Tama", kini aku ingin kembali ke tempat awal, karena namaku "Dhika")
Tidak ada komentar:
Posting Komentar