Hallo Kawan!
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2025

Pikiran yang Penuh dan Hati yang Sedih

 Hi, apa kabarmu?

Pernah enggak, kamu seketika tiba tiba sedih, padahal hari ini kamu sudah merasa menjalani hari dengan senang. Tetapi entah kenapa sedih melanda, tidak tau mengapa?

Jujur, aku sering ... dulu

Ketika aku masih terjebak pada friendzone, ketika tujuanku masih berkutat tentang "dia" yang kalo dipikir sekarang, kayak, ngapain ya aku dan kok bisa sebodoh itu, wkwk. Serius, tulisan ini aku pengen ngasih saran, misal masih aja kamu begitu, ada dua hal.

Satu, kamu kecapeaan - tidur istirahat yang cukup

Dua, kamu ngga punya tujuan - yep, absolutely a goals.

Mau ditakar atau mau ditimbang, ketika kita capek, satu hal yang kita perlu adalah istirahat, ingat masih ada hari esok, jika kamu paksakan hari ini, belum tentu hasilnya maksimal. Tidurlah, jauhkanlah hp, dan rasakan nikmatnya esok hari.

Nah soal tujuan, misal, kalo kata orang, tujuan itu ga penting. Itu biar buat mereka aja. Tujuan itu ibarat titik temu yang hendak kita tuju. Tanpa titik tujuan, kita akan terombang-ambing di samudera kehidupan. Dengan adanya titik itu, kita akan bergerak kesana bukan?

Nah semoga tulisan singkat ini bermanfaat, sekian.

Sabtu, 01 Februari 2025

Blogging, 2025, Emang Masih Jaman?

Aku yakin tidak ada yang bakal menemui tulisan ini, kecuali orang-orang yang benar-benar masih aktif dalam dunia per-blog-an atau stalker garis kerasku wkwk. 

Tulisan ini kubuat, setelah aku membaca novel Dee Lestari berjudul Madre, bagaimana tulisan blog yang ditulis secara rajin dapat menjadi sebuah alur cerita yang menarik. Disini, sama seperti Tansen, aku pengen sekali memiliki keteguhan hati sepertinya. Bukan. Bukan sebagai artisan, aku bahkan tidak tau dunia per-roti-an sama sekali.

 Hanya saja, bagaimana dia mengekpresikan kehidupannya setiap minggu pada sebuah blog, sungguh membuatku terkesima. Nah pertanyaannya, emang blogging di tahun 2025, masih jaman?

 Menurutku ya dan tidak. Dulu blogging begitu terkenal, karena kita bisa dapat iklan melalui adsense, tapi sekarang. Apa mau dikata, bahkan sudah banyak platform yang lebih baik buat nulis sesuatu. Lantas, kenapa aku pengen kembali, menulis ini dan disini.

Menurutku, blogging adalah media yang aman, ya aman. Percaya atau tidak, bahkan aku tak perlu repot repot menunjukkan identitas buat nulis suatu artikel. Aku bisa bebas mengekpresikan sesuatu tanpa pikir ini dan itu. Yang kuperlukan hanyalah mesin ketik dan taraaaaa, semua dapat tertulis menjadi endapan entri di jagat internet yang tak terbatas.

Sekian.

Jakarta, 1 Februari 2025 

(Terakhir, telah lama aku gunakan identitas "Tama", kini aku ingin kembali ke tempat awal, karena namaku "Dhika")