Hallo Kawan!

Sabtu, 15 Februari 2025

Budaya Ngaret Orang Indo

Aku nulis ini bukan berarti aku orang paling tepat waktu dan disiplin waktu se-Indonesia ya. Aku juga sama kok, kayak kalian, entah ini yang dinamakan mendarah daging atau menularkan semangat buruk. Tapi memang, budaya ngaret orang Indonesia harus dievaluasi.

Masalahnya budaya ini tidak melulu telat yang berkaitan soal kedatangan tetapi juga kepulangan. Maksudnya, jika sudah disepakati jam 9 mulai selesai jam 1 ya demikian adanya. Bukan, jam 11 baru mulai terus dingaretin sampai jam 5 sore. 

Perkara sama sama empat jam, tapi ya namanya kesepakatan, alangkah baiknya tetap ditepati bukan. Walau dari rentang waktu udah sesuai, tapi pemaknaan seperti itu bisa menganggu orang lain. Waktu itu mata uang yang gabisa diganti, setidaknya sampai tulisan ini ditulis, belum ada orang yang jual beli waktu.

Nah, aku sih sadar juga, masih kayak sampah ngatur waktu, tapi sebisanya, kalo bisa datang sebelum waktu yang disepakati, akan kuusahakan tak melebihi puluhan menit waktu kesepakatan. Tentu ini sulit, namanya juga disiplin. Yang enak mah rebahan di rumah, liat sosmed, protes sana-sini. Tapi, ya apa mau gitu terus toh?

Bukan soal sukses - gak sukses, definisi itu terlalu berat untuk ku jelaskan. Segalanya relatif, tetapi semuanya terkait, baiklah, sekarang kembali ke diri masing-masing. Dengan tulisan ini, aku juga hendak merevisi diriku sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar