Hallo Kawan!

Sabtu, 22 Maret 2025

Hanya Tulisan Jika Dirimu Tertampar - Maka Silakan Introspeksi Diri

 Hahaha, tentu saja tulisan ini ga ku terbitin saat ini juga, tapi intinya beda hari beda waktu. Hanya saja, ini tentang hidup.

Iya hidup, simplenya hidup seorang manusia dewasa. Aku baru menemukan, bahwa memang kita punya banyak sekali pilihan dalam menjalani hidup. Salah satunya ini hidup duniawi, ya mau gimanapun, kejar kejaran sama yang namanya rutinitas, hanya akan menjebakmu dan menjebloskanmu pada kesibukan yang tiada guna bukan. 

Eh maafkan tanganku 😶

Mungkin, kurang tepat, guna atau tidak guna itu tergantung sudut pandang. Tetapi bagi sudut pandangku, jika kita sudah terlalu mengejar yang ada di kehidupan dunia, yang ada hanyalah sambat, sambat, dan sambat. Jika kita hanya berkutat di satu lingkaran yang sama, yang ada tidak lain adalah rasa toxic yang tidak kita sadari bahwa itu melingkupi diri kita. 

Hmm, aku cuma bisa berpesan, karena beliau berumur sudah jauh di atasku, ku hanya bisa menghormatinya. Tetapi, ya begitu, ketika sudah waktunya pulang kerja, ya kenapa dirimu tidak memilih kembali ke rumah. Apakah tidak ada istri dan anak yang menunggu di rumah. 

Yaa Allah, izinkanlah hamba untuk pulang tepat waktu, kelak ketika seusia mereka, tanpa perlu mengkhawatirkan hal hal yang sebenarnya tak perlu di buat khawatir. Nah aslinya sih itu terserah juga ya, tetapi di momen ramadhan, bukankah akan jauh lebih baik jika diri kita ini bisa jadi figur bagi sang anak untuk taat beribadah.

 Yaa Allah, ampunilah aku, bukan maksudku untuk sok paling suci, hamba juga salah Yaa Allah, tetapi semoga yang baik baik sajalah, aku juga enggan mendoakan mereka. Semoga segera sadar, itulah singkatnya.

Maafkan hamba, di ramadhan kali ini ibadahnya jauh dari kata sempurna, masih banyak dosa yang mengucur dalam peluh hamba, masih banyak cacian hinaan dan kata kata yang kurang baik keluar dari bibir hamba, dan masih banyak dosa yang tak terhitung jumlahnya, ampunilah kami umat muslim, dan seluruh manusia di dunia. Telah banyak sekali terlena dari jalurmu, semoga kami semua dapat engkau tunjukan jalan yang lurus dan memilih jalan tersebut untuk dilalui, aamiin.

Well, sekian

Ini hanya catatan perjalanan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar